Siti Aisah Ashwan

Berprofesi sebagai pendidik di sekolah dasar, keseharian menjadi ibu ke dua untuk anak didik di sekolah memberikan kepuasan tersendiri. Semoga diant...

Selengkapnya
Hari Keluarga

Hari Keluarga

"Hari Sabtu ko masih masuk, bu", sapa seorang ibu yang berpapasan denganku di Sabtu pagi itu. Seperti biasamaya aku berjalan melewati blok rumahnya menuju pangkalan angkutan umum, kendaraan favoritku jika aku pergi untuk melaksanakan kewajibanku. "Kalau saya Sabtu-Minggu libur bu, jadi kami sekeluarga merayakan hari keluaraga", lanjutnya tanpa menunggu jawabanku. "Oo ya bu, mari", aku pamit seraya mengangguk hormat. "Ya, bu mari!" Jawabnya singkat.

"Hm, Sabtu-Minggu hari keluarga. Hanya dua hari dalam sepekan, alhamdulillah tujuh hari dalam sepekan aku merayakan hari keluarga, walau tak 24 jam dalam sehari." Gumamanku terhenti saat aku sadar saat terdengar peluit petugas di pos satu menjerit, tanda kami dipersilahkan untuk menyeberang jalan.

Yah, hari keluaraga untuk kami adalah setiap detik-detik kebersamaan kami, yang tentu saja kami buat berarti. Keluarga kecil kami, aku dan suamiku mengais rejeki dengan menjadi pengasuh generasi pewaris bangsa. Menjadi orangtua kedua bagi anak-anak usia 6-12 tahun, adalah kebahagiaan yang tak terhingga.

Tempat tugas kami berada di dua kota yang berbeda, ba'da subuh arjunaku menuju arah selatan, sedangkan aku menumpang di angkutan umum menuju arah sebaliknya. Aku yang selalu tiba di rumah lebih dulu, berusaha membangun istana megah yang selalu dirindukan hingga tak ada kesempatan terutama bagiku untuk sekedar ngerumpi bahkan dengan penghuni rumah terdekatku. "Ayo main sana, tuh ibu-ibu sudah ngumpul di pos ronda bawah!" Terkadang, teman satu atapku berkelakar seolah mengusirku. Begitupun dengan aku, karena aku merasa sedikit bosan, selalu hanya berdua saja dengannya, terkadang akupun berseloroh "Main gih, ke pak de, biar aku sendiri di rumah!"

Alhamdulillah, aku tetap bersyukur. Walau kami hanya keluarga kecil yang kata sebagian besar orang belumlah lengkap, aku selalu merasakan kehangatan ikatan keluarga tanpa harus menunggu hari khusus keluarga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terimakasih pak, betul bamget.

10 Jan
Balas

Mantap Bu. Hari libur, hari keluarga, hari bahagia. Bahagia itu harus kita upayakan.

10 Jan
Balas

Terimakasih pak MARDIYANTO, salam kenal

10 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali